Mahasiswa Unas yang Lompat dari ITC Depok Ngerengek Motor V-ixion
DEPOK - Muhammad Ferdy Pradipta, pemuda yang
terjun bebas dari gedung ITC Depok, Senin (3/3/2014) pukul 16.00 WIB,
masih tercatat sebagai mahasiswa semester lima jurusan Teknologi
Komunikasi dan Informatika Universitas Nasional (UNAS).
Ia lompat dari lantai lima parkiran motor dan mendarat di lantai satu pintu antara Stasiun Depok Baru dan ITC. Pemuda kelahiran Jakarta 29 April 1992 itu tewas di tempat, karena kepalanya pecah.
Ferdy diketahui masuk ke ITC Depok dengan naik motor Yamaha Vixion pukul 15.00 WIB.
Kapolsek Pancoranmas, Kompol Purwadi mengatakan bahwa untuk sementara ini tewasnya Ferdy itu diduga karena bunuh diri. "Memang ada SMS dari handphone yang ditujukan ke mama-nya. Bunyinya "Maafkan bukan tidak mau menanggung kesalahan," Kami saat ini masih menyelidiki dan mengembangkannya," tuturnya di lokasi.
Purwadi menyebutkan jenazah Ferdy telah dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk dilakukan otopsi. Sementara itu, ayah Ferdy, Amat, menyatakan bahwa anak kedua dari tiga bersaudara itu merupakan lulusan pesantren. "Anaknya pendiam. Tidak pernah main. Dia itu setiap hari kuliah saja. Habis kuliah langsung pulang ke rumah. Dia juga tidak memperlihatkan gelagat yang aneh di rumah," paparnya.
Amat mengatakan, pagi ono dia pamit dari rumah ke tempatnya kuliah. Ferdy berangkat pukul 08.00. Namun siangnya Ferdy menelepon kakak iparnya, Sumono. "Terakhir komunikasi dengan keluarga sama kakak iparnya. Ferdy tidak mempunyai keinginan apa-apa. Keinginannya terakhir dia minta beli motor v-ixion sudah dibelikan. Motornya itu motor baru. Saya tidak tahu maksud SMS-nya ke mama-nya," tandasnya. (ugo)
Ia lompat dari lantai lima parkiran motor dan mendarat di lantai satu pintu antara Stasiun Depok Baru dan ITC. Pemuda kelahiran Jakarta 29 April 1992 itu tewas di tempat, karena kepalanya pecah.
Ferdy diketahui masuk ke ITC Depok dengan naik motor Yamaha Vixion pukul 15.00 WIB.
Kapolsek Pancoranmas, Kompol Purwadi mengatakan bahwa untuk sementara ini tewasnya Ferdy itu diduga karena bunuh diri. "Memang ada SMS dari handphone yang ditujukan ke mama-nya. Bunyinya "Maafkan bukan tidak mau menanggung kesalahan," Kami saat ini masih menyelidiki dan mengembangkannya," tuturnya di lokasi.
Purwadi menyebutkan jenazah Ferdy telah dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk dilakukan otopsi. Sementara itu, ayah Ferdy, Amat, menyatakan bahwa anak kedua dari tiga bersaudara itu merupakan lulusan pesantren. "Anaknya pendiam. Tidak pernah main. Dia itu setiap hari kuliah saja. Habis kuliah langsung pulang ke rumah. Dia juga tidak memperlihatkan gelagat yang aneh di rumah," paparnya.
Amat mengatakan, pagi ono dia pamit dari rumah ke tempatnya kuliah. Ferdy berangkat pukul 08.00. Namun siangnya Ferdy menelepon kakak iparnya, Sumono. "Terakhir komunikasi dengan keluarga sama kakak iparnya. Ferdy tidak mempunyai keinginan apa-apa. Keinginannya terakhir dia minta beli motor v-ixion sudah dibelikan. Motornya itu motor baru. Saya tidak tahu maksud SMS-nya ke mama-nya," tandasnya. (ugo)
{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar