Dukungan kepada KPK Mengalir
Sabtu, 8 Maret 2014 | 08:25 WIB
Mereka meminta KPK tidak tebang pilih dalam membongkar keterlibatan semua aktor dalam kasus tersebut.
Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) Lidya Natalia Sartono mengatakan, KPK diharapkan terus mengusut kasus Century sehingga menemukan titik terang terkait keterlibatan para pejabat Bank Indonesia saat itu.
Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Jumat (7/3), memastikan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan proses pengusutan kasus dana talangan alias bail out Bank Century. ”KPK sekarang hanya akan konsentrasi pada proses pemeriksaan terdakwa di pengadilan atas kasus Century,” katanya.
Saat ini, lewat jaksa penuntut umum KPK, komisi tersebut fokus untuk membuktikan dakwaan terhadap mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Budi Mulya dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.
Sebagaimana diberitakan, Budi Mulya menjalani sidang dakwaan tindak pidana korupsi dalam perkara penalangan Bank Century di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis.
Dalam dakwaan disebutkan Budi Mulya melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan kewenangan terkait fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) untuk Bank Century dan penetapan bank itu sebagai bank gagal yang berdampak sistemik.
Khusus mengenai pemberian FPJP, hal itu dilakukannya, antara lain bersama-sama dengan pejabat BI saat itu, seperti Gubernur BI Boediono, Deputi Senior BI Miranda S Goeltom, dan Deputi Gubernur BI Bidang 7 Siti C Fadjrijah.
Demokrat bela Boediono
Penulisan nama Boediono hingga 67 kali di dalam dakwaan Budi Mulya ini memicu pro-kontra terkait posisi Boediono dalam kasus penalangan Bank Century.
”Kalau nama Boediono disebutkan hingga 67 kali, memang kenapa? Tidak otomatis membuat Boediono tersangka. Menjadi tersangka itu kalau ada dua alat bukti yang sah,” kata politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul.
Sementara itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Al Muzammil Yusuf meminta KPK jangan hanya berani pada ”kroco-kroco”.
Ketua DPR Marzuki Alie yang juga dari Partai Demokrat tetap teguh untuk tidak menandatangani surat pemanggilan Boediono. (RYO/IAM/WHY/FER)
{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar