Nyanyi di Depan Korban Sinabung, Tegar Teringat Masa Lalu

Bookmark and Share


Tegar (Foto: ist) 
  Tegar (Foto: ist) JAKARTA - Tegar ikut berangkat mendatangi anak-anak korban erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara. Tegar pun teringat masa lalunya ketika masih menjadi pengamen jalanan.

"Tegar ikut Dharma Pertiwi bareng pendongeng menghibur korban Sinabung. Sedih juga apalagi lihat orang kaya begitu. Masa sulit seperti ini saya juga pernah alami. Nanti mau nyanyi lagu sembilan lagu, termasuk lagu hits," ujar Tegar saat ditemui di Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Tegar pergi bersama ratusan pendongeng di Gerakan Para Pendongeng untuk Kemanusiaan (GePPuK) bersama dan Dharma Pertiwi yang diketuai Koes Moeldoko mengunjungi pengungsian di Sinalem, Pusat Pembinaan Warga Gereja (PPWG) GBKP, dan komplek Asrama Kodim, Kaban Jahe, Tanah Karo.

"Anak-anak pengungsi Sinabung yang sudah hampir empat bulan mengungsi masih perlu sentuhan khusus. Karena jumlah mereka relatif masih besar dan tersebar, maka kami juga akan membawa pendongeng dengan cukup banyak. Supaya mereka terhibur semuanya. Ini yang kedua kalinya saya ke sini," kata Koes Moeldoko.

"Kenapa saya bawa pedongeng, agar menghibur adik-adik. Agar timbul inspirasinya. Nanti adik-adik akan bekomunikasi dan timbul kreatifnya. Agar belajar dan semakin pintar. Saya beharap adik-adik  tidak akan putus sekolahnya," lanjutnya.

Tegar dan rombongan berada di Sinabung sejak 2 sampai 4 Maret 2014. Meski kedatangannya terbilang singkat, Tegar berharap anak-anak para pengungsi korban Sinabung bisa terhibur.

"Kita semua pasti menghibur. Mudah-mudahan semua sehat. Di jalanan dulu Tegar ngamen, kadang di pasar dan lesehan. Sekarang kita akan nyanyikan lagu untuk korban pengungsi. Semoga dengan hadirnya Tegar bisa menghibur para korban pengungsi," harap Tegar. (rik)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar