Mahasiswi "Ayam Kampus' Jual Diri Demi Uang Jajan
Rabu, 5 Maret 2014 02:20 wib
DEPOK - Stereotipe 'ayam kampus' melekat bagi
mahasiswi yang mencari laki-laki hidung belang atau biasa disebut dengan
istilah om-om. Dengan dalih untuk mendapatkan biaya kuliah atau uang
jajan tambahan, 'ayam kampus' rela menjual diri.
Psikolog Perkembangan Universitas Indonesia (UI) Edward Andriyanto S mengatakan, julukan 'ayam kampus' sudah melekat sejak lama. Meski jumlah mereka tergolong kecil, Edward mengatakan kelakuan 'ayam kampus' bisa untuk eksistensi diri atau alasan finansial.
"Ada yang memang gaya hidup, ada yang karena alasan finansial, tetapi memang ciri-cirinya sulit diketahui," katanya di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (04/03/2014).
Menurut Edward masalah seks berkaitan erat dengan sesuatu yang naluriah dan sesuai instingtif manusia. Bicara soal 'ayam kampus', lanjutnya, kategori mereka masih masuk dalam usia remaja.
"Bicara soal seks, sejak manusia ada seks itu menarik, jauh lebih tua dari zaman kita masih kecil," ungkapnya.
"Kalau remaja mulai mencari identitas, mulai ada ketertarikan, mulai suka, identitas mereka adalah utama. 'Ayam kampus' masih masuk kategori remaja. Walaupun secara legal di negara kita itu masuk kategori dewasa," tambahnya.
Menurutnya usia remaja dimulai dari usia pubertas hingga seseorang bisa mandiri. Sementara usia dewasa semestinya di atas 21 tahun. "'ayam kampus' masih masuk remaja," tegasnya. (trk)
Psikolog Perkembangan Universitas Indonesia (UI) Edward Andriyanto S mengatakan, julukan 'ayam kampus' sudah melekat sejak lama. Meski jumlah mereka tergolong kecil, Edward mengatakan kelakuan 'ayam kampus' bisa untuk eksistensi diri atau alasan finansial.
"Ada yang memang gaya hidup, ada yang karena alasan finansial, tetapi memang ciri-cirinya sulit diketahui," katanya di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (04/03/2014).
Menurut Edward masalah seks berkaitan erat dengan sesuatu yang naluriah dan sesuai instingtif manusia. Bicara soal 'ayam kampus', lanjutnya, kategori mereka masih masuk dalam usia remaja.
"Bicara soal seks, sejak manusia ada seks itu menarik, jauh lebih tua dari zaman kita masih kecil," ungkapnya.
"Kalau remaja mulai mencari identitas, mulai ada ketertarikan, mulai suka, identitas mereka adalah utama. 'Ayam kampus' masih masuk kategori remaja. Walaupun secara legal di negara kita itu masuk kategori dewasa," tambahnya.
Menurutnya usia remaja dimulai dari usia pubertas hingga seseorang bisa mandiri. Sementara usia dewasa semestinya di atas 21 tahun. "'ayam kampus' masih masuk remaja," tegasnya. (trk)
{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar