DEPOK - Wali
Kota Depok Nur Mahmudi Ismail meminta para pelamar yang tidak lolos
seleksi calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tidak curiga dan menuding
pihak lain melakukan kecurangan lantaran kecewa. Apalagi sampai menuduh
Pemerintah Kota kongkalingkong untuk meloloskan PNS titipan.
Nur Mahmudi juga meminta masyarakat jangan menggunakan praktek perdukunan untuk masuk menjadi PNS atau mendapatkan jabatan. Semestinya, kata dia, para peserta menghadapi dengan proporsional sesuai aturan yang berlaku.
"Pemkot Depok tak menerapkan perdukunan, persuapan. PNS ya PNS melalui yang benar. Jangan dengarkan yang was-wis, hengky pengky, jangan sakwa sangka, menuntut macam - macam dan protes," tukasnya di Balaikota Depok, Senin (03/03/2014).
Nur Mahmudi mengungkapkan praktek dukun untuk mencari jabatan sudah menjadi rahasia umum. Bahkan saat ia menjabat sebagai Menteri Kehutanan pun sempat ditawari memakai jasa dukun agar jabatannya tetap bertahan.
"Saat saya di Menteri Kehutanan, banyak yang nawari saya agar tetap bertahan pakai dukun," ungkapnya.
Setelah memakai dukun, kata dia, maka banyak peserta CPNS yang tak lolos usaha ke sana ke mari mendekati pihak-pihak untuk mencari celah dengan cara yang curang. Padahal, kata dia, tak sedikit masyarakat yang menjadi korban pemerasan dukun gadungan dan mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah.
"Sebenarnya bukan karena dukunnya yang berhasil. Misalnya ia coba - coba dekati sana-sini, Baperjakat contohnya. Kalau tetap enggak jadi lurah ya enggak bakal jadi lurah, mau ngoyo-ngoyo seperti apapun juga. Makanya kami declare di sini," tegasnya.
(ful)
Nur Mahmudi juga meminta masyarakat jangan menggunakan praktek perdukunan untuk masuk menjadi PNS atau mendapatkan jabatan. Semestinya, kata dia, para peserta menghadapi dengan proporsional sesuai aturan yang berlaku.
"Pemkot Depok tak menerapkan perdukunan, persuapan. PNS ya PNS melalui yang benar. Jangan dengarkan yang was-wis, hengky pengky, jangan sakwa sangka, menuntut macam - macam dan protes," tukasnya di Balaikota Depok, Senin (03/03/2014).
Nur Mahmudi mengungkapkan praktek dukun untuk mencari jabatan sudah menjadi rahasia umum. Bahkan saat ia menjabat sebagai Menteri Kehutanan pun sempat ditawari memakai jasa dukun agar jabatannya tetap bertahan.
"Saat saya di Menteri Kehutanan, banyak yang nawari saya agar tetap bertahan pakai dukun," ungkapnya.
Setelah memakai dukun, kata dia, maka banyak peserta CPNS yang tak lolos usaha ke sana ke mari mendekati pihak-pihak untuk mencari celah dengan cara yang curang. Padahal, kata dia, tak sedikit masyarakat yang menjadi korban pemerasan dukun gadungan dan mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah.
"Sebenarnya bukan karena dukunnya yang berhasil. Misalnya ia coba - coba dekati sana-sini, Baperjakat contohnya. Kalau tetap enggak jadi lurah ya enggak bakal jadi lurah, mau ngoyo-ngoyo seperti apapun juga. Makanya kami declare di sini," tegasnya.
(ful)
{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar