JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia
(BI) Perry Wardjiyo menilai besaran inflasi bulan Februari 2014 yang
dirilis Badan Pusat Statisti (BPS) sebesar 0,26 persen merupakan angka
yang wajar mengingat tidak ada kenaikan harga yang signifikan dalam
periode tersebut.
"Wajar dong kalau administered price
gak ada kenaikan harga. Januari kan ada kenaikan (harga) LPG, kenaikan
bahan bakar. Itu wajar," tutur Ferry ketika ditemui di Gedung Nusantara
II DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (3/3/2014).
Menurut dia, tren
inflasi terus menunjukkan penurunan. Ini, lanjutnya, melampaui perkiraan
BI sebelumnya yang memperkirakan inflasi akan berada pada posisi 0,5
persen.
"Kalau kita lihat inflasi intinya total masih 4,56 kan
yah yoy. Secara keseluruhan kita memandang inflasi dalam trend yg
menurun dan lebih rendah daripada yang kita perkirakan," ujarnya.
Perry
menyatakan posisi inflasi saat ini semakin meyakinkan pihaknya bahwa
target besaran inflasi di akhir tahun akan sesuai target awal. "Itu
semakin meyakini kita bahwa pada akhir tahun ini akan terkendali dalam
kisaran target 4,5 persen plus minus satu (persen)," terangnnya.
Sementara
itu terkait defisit yang terjadi pada transaksi perdagangan Januari
2014, Ferry menilai lebih dipengaruhi oleh pemberlakukan kebijakan
larangan ekspor bahan mineral mentah oleh pemerintah sejak 12 Januari
2014.
"Satu, ada pengaruh dari UU Minerba khususnya terkait ekspor biji besi. Kedua, terkait ekspor batu bara dan palm oil wajar di januari itu mereka recontracting again," tukasnya. (rzy)
Home »Unlabelled » Inflasi Januari Rendah, BI: Inflasi 2014 Sesuai Target
{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar