Warga Sekitar TPST Bantar Gebang Ngeluh Kesulitan Air Bersih
Rabu, 5 Maret 2014 05:05 wib
ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
BEKASI - Warga sekitar Tempat Pembuangan Sampah
Terpadu (TPST) Bantar Gebang tidak pernah mengeluh dengan bau sampah
yang menyengat setiap harinya. Namun, warga kali ini mengeluh dengan
sulitnya mendapatkan air bersih untuk mandi dan minum.
Menurut keterangan Ketua RT 01/04, Tarpan (42), sampah tidak dikeluhkan oleh warga. Namun, warga mengeluh untuk penyediaan air bersih.
"Ada pengolahan air bersih yang dibuat Pemda Bekasi bernama sumur artesis. Tapi sekarang sering mati," katanya, Selasa (4/3/2014) kemarin.
Menurutnya, pembuatan sumur artesis memang diperuntukkan bagi warga guna mendapatkan air bersih untuk minum dan mandi. Karena, air yang ada di rumah warga sudah tercemar oleh sampah yang menumpuk di TPST.
"Usia sumur sudah kurang lebih 15 tahun, awal-awal mah lancar sehari bisa tiga kali teraliri, sekarang susah dan itu dikeluhkan warga saat ini," jelasnya.
Diakui dirinya, semenjak sumur artesis ini mati dan kurang perawatan dari pemerintah, kata dia, warga rata-rata minum air kemasan dan untuk mandi terpaksa menggunakan sumur sumur warga yang sudah tercemar.
"Kalau minum sih masih bisa beli air kemasan tapi kalau mandi warga masih bingung. Ada yang terpaksa pakai air yang sudah tercemar," ungkapkannya. (put)
Menurut keterangan Ketua RT 01/04, Tarpan (42), sampah tidak dikeluhkan oleh warga. Namun, warga mengeluh untuk penyediaan air bersih.
"Ada pengolahan air bersih yang dibuat Pemda Bekasi bernama sumur artesis. Tapi sekarang sering mati," katanya, Selasa (4/3/2014) kemarin.
Menurutnya, pembuatan sumur artesis memang diperuntukkan bagi warga guna mendapatkan air bersih untuk minum dan mandi. Karena, air yang ada di rumah warga sudah tercemar oleh sampah yang menumpuk di TPST.
"Usia sumur sudah kurang lebih 15 tahun, awal-awal mah lancar sehari bisa tiga kali teraliri, sekarang susah dan itu dikeluhkan warga saat ini," jelasnya.
Diakui dirinya, semenjak sumur artesis ini mati dan kurang perawatan dari pemerintah, kata dia, warga rata-rata minum air kemasan dan untuk mandi terpaksa menggunakan sumur sumur warga yang sudah tercemar.
"Kalau minum sih masih bisa beli air kemasan tapi kalau mandi warga masih bingung. Ada yang terpaksa pakai air yang sudah tercemar," ungkapkannya. (put)
{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar