Rupiah Kandas Gara-Gara Konflik Rusia-Ukraina
"Ketegangan tersebut membuat pelaku pasar beralih pada mata uang safe heaven, dolar AS," ucap Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada dalam risetnya, Jakarta, Rabu (5/3/2014).
Meski, sempat beredar adanya penarikan sebagian militer Rusia di daerah Ukraina namun, pelaku pasar masih mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi di Ukraina, termasuk bila Rusia kembali menempatkan militernya. "Keinginan Rupiah untuk dapat menguat pun kandas dengan aksi beli pelaku pasar terhadap dolar AS," kata Reza.
Reza menambahkan, pelemahan Rupiah juga didukung terdepresiasinya laju yen Jepang dan Australia Dolar setelah RBA menyatakan masih perlunya menjaga tingkat pinjaman dengan pelemahan Australia Dolar.
Sehingga, Rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp11.667per USD-Rp11.620 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI). "Laju Rupiah melewati level support Rp11.618 per USD," imbuhnya.
(mrt)
{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar