Jam Masuk Sekolah Pukul 9? Sama Juga Bohong!
"Kalau sekolah masuk pukul 9 pagi, pulangnya jadi sore itu enggak efektif. Berangkatnya macet, pulangnya jadi lebih macet lagi, karena jam pulang anak sekolah jadi lebih sore," ucap mahasiswa Universitas Paramadina, Muhammad Tri Sakti, kepada Okezone, Selasa (1/4/2014).
Selain kurang efektif, tambah dia, dimundurkannya jam sekolah ini malah membuat semakin membuat macet jalanan saja. Menurut mahasiswa jurusan Psikologi itu, kemacetan ini juga ada hubungannya dengan antarjemput sekolah, sehingga anak-anak sudah capai di perjalanan.
"SMA sekarang kan jam belajarnya panjang, karena mata pelajarannya banyak. Beda sama di luar negeri, mapelnya sedikit, diambil yang penting-penting saja," ungkap dia.
Dia menambahkan, volume kendaraan yang tinggi juga menjadi penyebab Jakarta menjadi macet. Sehingga tak jauh berbeda bila jam masuk sekolah dimundurkan. "Kuliah dan sekolah di Jakarta jangan semuanya menumpuk di Jakarta, itu juga menjadi kemacetan," tegas dia.
Sebelumnya, Pemprov DKI mengajukan wacana jam sekolah tersebut merupakan upaya mengurai kemacetan di Ibu Kota. Wacana tersebut menjadi perhatian Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sehingga ikut angkat bicara.
"Ada yang usul kenapa jam masuk anak sekolah di Jakarta enggak dibuat Jam 9 saja, nah itu akan kita kaji lagi nanti. Karena kalau dia masuk pukul 9 pagi, berarti pulangnya lebih sore kan, lalu bagaimana dengan kemacetan di sore harinya? Itu yang mesti kita kaji ulang," kata Ahok, beberapa waktu lalu.
Akan tetapi pria yang akrab disapa Ahok itu, akan mempelajari kembali usulan tersebut, apakah ada korelasinya antara jam masuk sekolah dan kemacetan. (ade
)
{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar