Kembali "Top Brand", Quantum Siap Bendung Kompor China!
LTF/KOMPAS.com
Direktur
Marketing & Sales Ir Sutoto Sosrodimulyo PT Aditec Cakrawiyasa
Untuk keenam kalinya, PT Aditec Cakrawiyasa, produsen kompor Quantum
kembali meraih Top Brand 2014 dari Majalah Marketing di Hotel Mulia,
Jumat (7/2/2014), untuk kategori home appliance kompor gas dan
regulator.
JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk keenam kalinya, PT Aditec
Cakrawiyasa, produsen kompor Quantum kembali meraih Top Brand 2014 dari
Majalah Marketing di Hotel Mulia, Jumat (7/2/2014), untuk kategori home appliance kompor gas dan regulator. Penghargaan ini didapat Aditec berturut turut sejak 2009 lalu.
Direktur Marketing & Sales Ir Sutoto Sosrodimulyo PT Aditec Cakrawiyasa mengungkapkan, penghargaan ini diharapkan bisa membuat Quantum semakin dipercaya sebagai produk dalam negeri yang berkualitas, terutama untuk membendung produk-produk murah namun berkualitas buruk dari luar negeri, khususnya produk China.
Ia mengaku yakin, dengan kapasitas produksi kompor mencapai 350.000 per bulan, Quantum bisa membendung produk China yang terus membanjir.
"Kami ingin mempertahankan top brand index, itu target yang penting buat kami, karena dari situlah munculnya kepercayaan publik. Kalau tahun depan dapat penghargaan lagi, untuk kategori kompor harusnya sudah platinum," ujar Sutoto.
Berdasarkan data after sales pada 2013 lalu, Quantum mampu mencapai 5 juta unit untuk regulator, sedangkan untuk kompor mencapai 2,4 juta unit. Tahun ini, Aditec menargetkan regulator mencapai 6 juta unit dan kompor menjadi 3,5 juta unit.
"Kami tidak takut produk China, karena kami bicara kualitas dan harga yang bersaing. Kualitas kami adalah kompor tanpa sambungan yang aman, ini ciri khas kami. Tahun depan, kalau bisa tembus Rp 1 triliun, kami mungkin sudah berani untuk IPO," kata Sutoto.
Tahun ini, target laba Aditec dipatok Rp 750 miliar. Target itu naik 20 persen dari tahun yang sebesar Rp 650 miliar.
"Untuk market share regulator di Indonesia kami sudah mencapai 40 persen, untuk kompor 30 persen," ujarnya.
Sementara itu, menurut Direktur Teknik dan Produksi PT Aditec Cakrawiyasa, H Syahrul, tahun ini Quantum masih akan melakukan lompatan inovasi untuk menjadi produk lokal yang diperhitungkan di pasaran. Pada April nanti, Aditec sudah bersiap meluncurkan kompor tunggal murah ke pasaran.
"Yang jelas aman karena tanpa sambungan. Kedua, lebih hemat energi 6 sampai 8 persen. Kalau standar hemat energi dari SNI itu 50 persen, kami sudah lampaui hingga 68 persen," kata Syahrul.
Direktur Marketing & Sales Ir Sutoto Sosrodimulyo PT Aditec Cakrawiyasa mengungkapkan, penghargaan ini diharapkan bisa membuat Quantum semakin dipercaya sebagai produk dalam negeri yang berkualitas, terutama untuk membendung produk-produk murah namun berkualitas buruk dari luar negeri, khususnya produk China.
Ia mengaku yakin, dengan kapasitas produksi kompor mencapai 350.000 per bulan, Quantum bisa membendung produk China yang terus membanjir.
"Kami ingin mempertahankan top brand index, itu target yang penting buat kami, karena dari situlah munculnya kepercayaan publik. Kalau tahun depan dapat penghargaan lagi, untuk kategori kompor harusnya sudah platinum," ujar Sutoto.
Berdasarkan data after sales pada 2013 lalu, Quantum mampu mencapai 5 juta unit untuk regulator, sedangkan untuk kompor mencapai 2,4 juta unit. Tahun ini, Aditec menargetkan regulator mencapai 6 juta unit dan kompor menjadi 3,5 juta unit.
"Kami tidak takut produk China, karena kami bicara kualitas dan harga yang bersaing. Kualitas kami adalah kompor tanpa sambungan yang aman, ini ciri khas kami. Tahun depan, kalau bisa tembus Rp 1 triliun, kami mungkin sudah berani untuk IPO," kata Sutoto.
Tahun ini, target laba Aditec dipatok Rp 750 miliar. Target itu naik 20 persen dari tahun yang sebesar Rp 650 miliar.
"Untuk market share regulator di Indonesia kami sudah mencapai 40 persen, untuk kompor 30 persen," ujarnya.
Sementara itu, menurut Direktur Teknik dan Produksi PT Aditec Cakrawiyasa, H Syahrul, tahun ini Quantum masih akan melakukan lompatan inovasi untuk menjadi produk lokal yang diperhitungkan di pasaran. Pada April nanti, Aditec sudah bersiap meluncurkan kompor tunggal murah ke pasaran.
"Yang jelas aman karena tanpa sambungan. Kedua, lebih hemat energi 6 sampai 8 persen. Kalau standar hemat energi dari SNI itu 50 persen, kami sudah lampaui hingga 68 persen," kata Syahrul.
{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar