Gonzales dan Kurnia Meiga Kejar Pelaku Pelemparan Bus Arema
Penulis: Aloysius Gonsaga AE |
Kamis, 13 Februari 2014 | 22:46 WIB
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Kiper
Timnas Indonesia Kurnia Meiga Hermansyah meluapkan kegembiraannya
setelah berhasil menggagalkan tendangan pinalti dua pemain Malaysia
dalam semifinal sepak bola SEA Games 2013 di Stadion Zayar Thiri,
Naypyitaw, Myanmar, Kamis (19/12). Timnas mengalahkan Malaysia lewat adu
pinalti dengan skor 5-4 dan akan menjalani laga final pada Sabtu
(21/12).
KARAWANG, KOMPAS.com — Pertandingan antara Persita
Tangerang melawan Arema Cronus Indonesia di Stadion Singaperbangsa,
Karawang, Kamis (13/2/2014), berakhir ricuh. Pasalnya, oknum suporter
menyerang bus Arema, yang menyulut emosi sejumlah pemain.
Di dalam lapangan, tensi antara pendukung tuan rumah dan suporter tamu sudah panas sejak babak kedua dimulai. Salah satu penonton yang tidak beratribut suporter terluka di bagian kepala lantaran terkena lemparan batu. Setelah pertandingan, panitia pertandingan setempat berusaha mengamankan ribuan Aremania yang memenuhi tribune timur stadion.
"Kalau dari suporter kedua tim sebenarnya aman-aman saja. Aremania juga datang tertib, begitu juga tuan rumah. Yang susah dikendalikan ialah anak-anak tanggung yang memang suka bikin ulah. Ada batu nganggur sedikit saja langsung main lempar," kata salah seorang petugas panpel Persita yang enggan disebutkan namanya.
Setelah suporter aman, kericuhan tak berhenti. Saat bus yang membawa pemain Arema keluar dari area stadion, oknum mulai melakukan penyerangan. Hal ini langsung menyentak emosi pemain Arema. Beberapa di antaranya terpancing emosi dan berusaha mengejar pelaku, termasuk Cristian Gonzales, Kurnia Meiga, dan Achmad Kurniawan.
Mereka turun dari bus dan berusaha mengejar pelaku sampai masuk ke dalam gang. Beruntung, manajemen Arema langsung mencegah mereka. Terlihat, CEO Arema Iwan Budianto lari mengejar Gonzales yang tengah geram mengejar pelaku.
"Saya lihat tadi Gonzales marah, tidak tahu tiba-tiba dia lari masuk mengejar orang ke gang. Sepertinya ada yang menyerang bis Arema, tapi kerumunan tadi sudah langsung bubar," ungkap salah seorang saksi mata, Ardi (35).
Setelah diredakan oleh manajemen Arema, skuat Singo Edan kembali melanjutkan perjalanan. Pada laga tersebut, Arema meraih tiga poin penuh melalui gol semata wayang Gonzales pada menit ke-36.
Di dalam lapangan, tensi antara pendukung tuan rumah dan suporter tamu sudah panas sejak babak kedua dimulai. Salah satu penonton yang tidak beratribut suporter terluka di bagian kepala lantaran terkena lemparan batu. Setelah pertandingan, panitia pertandingan setempat berusaha mengamankan ribuan Aremania yang memenuhi tribune timur stadion.
"Kalau dari suporter kedua tim sebenarnya aman-aman saja. Aremania juga datang tertib, begitu juga tuan rumah. Yang susah dikendalikan ialah anak-anak tanggung yang memang suka bikin ulah. Ada batu nganggur sedikit saja langsung main lempar," kata salah seorang petugas panpel Persita yang enggan disebutkan namanya.
Setelah suporter aman, kericuhan tak berhenti. Saat bus yang membawa pemain Arema keluar dari area stadion, oknum mulai melakukan penyerangan. Hal ini langsung menyentak emosi pemain Arema. Beberapa di antaranya terpancing emosi dan berusaha mengejar pelaku, termasuk Cristian Gonzales, Kurnia Meiga, dan Achmad Kurniawan.
Mereka turun dari bus dan berusaha mengejar pelaku sampai masuk ke dalam gang. Beruntung, manajemen Arema langsung mencegah mereka. Terlihat, CEO Arema Iwan Budianto lari mengejar Gonzales yang tengah geram mengejar pelaku.
"Saya lihat tadi Gonzales marah, tidak tahu tiba-tiba dia lari masuk mengejar orang ke gang. Sepertinya ada yang menyerang bis Arema, tapi kerumunan tadi sudah langsung bubar," ungkap salah seorang saksi mata, Ardi (35).
Setelah diredakan oleh manajemen Arema, skuat Singo Edan kembali melanjutkan perjalanan. Pada laga tersebut, Arema meraih tiga poin penuh melalui gol semata wayang Gonzales pada menit ke-36.
{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar