Wah, Investor Kuasai Pasar Hunian di Australia!
Feb 12, 2014 - Rumah.com
Oleh: Anto Erawan
Kendati demikian, dalam sepuluh tahun terakhir yang paling banyak mendapat kredit rumah baru justru para investor, sementara pembeli rumah pertama masih dalam posisi yang kurang menguntungkan. Demikian laporan ABS, seperti dinukil dari laman Radio Australia. >>Baca Juga: Pasar Properti Indonesia Dikuasai Investor
Data finansial bidang perumahan ABS selama Desember 2013 lalu menunjukkan, sebanyak 39,8% dari nilai kredit perumahan diberikan kepada para investor.
Analis properti senior dari RP Data, Cameron Kusher menjelaskan, peningkatan peminjaman investor sebesar 40,7% di tahun terakhir terlihat tidak sehat dan seharusnya diperhatikan oleh badan pengatur keuangan.
Akhir-akhir ini, wacana pembatasan jumlah pinjaman bank untuk KPR sempat didengungkan—seperti yang dilakukan di Selandia Baru—namun wacana ini dikritik, karena dikhawatirkan dapat memengaruhi pembeli rumah pertama, yang notabene seringkali harus meminta pembiayaan lebih banyak dari para investor. >>Baca Juga: Sekarang Saatnya Berinvestasi di Australia
Di sisi lain, proporsi pembeli rumah pertama terbilang rendah, yaitu hanya 12,7%. Ekonom dari JP Morgan, Tom Kennedy menuturkan, para pembeli rumah pertama enggan membeli karena harga rumah yang terus melambung. “Indeks harga rumah ABS menunjukkan bahwa harga rumah di delapan kota besar Australia meningkat sebesar 3,4% di triwulan terakhir 2013,” katanya.
Sebagai informasi, harga rumah di Negeri Kanguru selama 2013 lalu meningkat 9,3%. Pertumbuhan terbesar terlihat di Sydney, yakni 13,8% per tahun.
{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar